BLORA, dutacybermedia.or.id II Bencana tanah longsor yang terjadi pada awal November 2025 di lingkungan RT 04 RW 08, Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, menyebabkan sedikitnya 16 rumah warga terdampak. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini menyisakan duka mendalam bagi warga yang harus kehilangan tempat tinggal serta mengalami kerugian material cukup besar.
Hingga hampir sebulan pasca kejadian, warga korban longsor mengeluhkan minimnya perhatian dari pemerintah daerah. Menurut mereka, bantuan justru lebih banyak datang dari lembaga sosial dan relawan masyarakat, bahkan dari luar Kabupaten Blora.
“Sampai saat ini baru PMI, Lazismu, dan beberapa kelompok masyarakat, bahkan dari luar Blora seperti Padangan dan Purwosari, yang sudah melihat kondisi di lapangan dan turut membantu meringankan beban warga kami. Pemerintah daerah belum ada tanda-tanda turun membantu,” ungkap Sugianto, Ketua RT 04 RW 08, saat ditemui di posko milik Polres Blora yang berada dekat lokasi longsor.
Ia juga menambahkan bahwa hingga kini belum terlihat upaya serius dari pemerintah daerah dalam menangani bencana tersebut. “Kalau memang bantuan itu untuk korban longsor, karena di sini sudah ada posko, ya mestinya ditaruh di posko. Bukan malah kami disuruh datang ke Kelurahan Cepu,” ucapnya dengan nada kesal.
Komentar Warga: Bantuan Tak Kunjung Datang
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga terdampak.
Sus, salah satu korban longsor, mengaku hingga saat ini belum menerima bantuan dari pemerintah daerah.
“Kami masih mengungsi, kondisi serba terbatas. Bantuan dari pemerintah belum ada yang kami terima. Yang datang baru relawan dan masyarakat umum,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Margono, warga lain yang rumahnya ikut terdampak.
“Kami hanya berharap pemerintah sigap membantu. Rumah kami rusak parah. Tapi sampai sekarang belum ada bantuan yang benar-benar kami rasakan dari pemerintah setempat,” kata Margono.
Tanggapan Camat Cepu: Bantuan Sudah Disalurkan
Berbeda dengan keluhan warga dan ketua RT, Endah Ekawati, S. Sos, M. Si, Camat Cepu, saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Sabtu (29/11/2025), menyampaikan bahwa pemerintah telah turun memberikan bantuan.
“Pemkab Blora melalui PMI, Baznas, BPBD, Pramuka, Dinsos dan BKM Cepu sudah memberikan bantuan yang difasilitasi pihak kelurahan Cepu dan Ketua RW.08, dan bantuan tersebut kami rasa cukup untuk dua minggu. Selain itu PMI juga sudah berencana menyalurkan sembako lagi kepada para korban yang tentunya akan difasilitasi oleh Kelurahan Cepu. Selain itu Kelurahan Cepu lewat Kecamatan Cepu juga telah mengajukan usulan santunan dan RTLH ke Baznas lewat Dinrumkimhub dengan beberapa syarat yang telah ditentukan.Jadi tidak benar jika dikatakan pemerintah abai,” tuturnya melalui panggilan seluler.
Camat Cepu juga menambahkan bahwa area longsor tersebut memang sudah lama menjadi titik rawan bencana. “Di sana itu sudah sering terjadi kelongsoran dan dulu sudah pernah kita relokasi. Namun relokasi tersebut hanya berjalan sebentar karena tempat baru dijual oleh mereka, dan akhirnya mereka kembali ke tempat semula. Tanah yang ditempati itu pun secara kepemilikan adalah milik PPSDM,” jelasnya.
Dua Versi yang Bertolak Belakang
Perbedaan pernyataan antara warga dan pihak RT dengan Camat Cepu ini menimbulkan kerancuan. Warga bersikukuh belum menerima bantuan dari pemerintah, sementara camat menyatakan bantuan telah disalurkan. Hingga kini belum ada klarifikasi lebih lanjut dari pihak kelurahan—bahkan Lurah Cepu tidak memberikan respon meski pesan WhatsApp telah terbaca.
Apresiasi untuk Polres Blora
Di tengah ketidakpastian bantuan dari pemerintah, warga mengapresiasi langkah cepat Polres Blora. Sejak awal kejadian, polisi disebut bergerak cepat mengevakuasi warga, menyediakan posko, dan hingga kini masih standby membantu kebutuhan korban.
“Polres Blora sangat sigap. Mereka langsung turun, mengevakuasi warga, dan sampai hari ini masih peduli. Itu sangat membantu kami,” ujar beberapa warga secara terpisah.
Hingga berita ini ditayangkan, hanya Camat Cepu yang memberikan keterangan resmi, sementara pihak Kelurahan Cepu belum merespon pertanyaan terkait bantuan bagi warga terdampak longsor.
Bencana ini menyisakan pekerjaan rumah penting bagi pemerintah daerah: memastikan distribusi bantuan tepat sasaran, memberikan penanganan berkelanjutan, dan mencari solusi permanen bagi warga yang tinggal di kawasan rawan longsor. Warga berharap ada kepedulian nyata, bukan sekadar pernyataan. (TIm)
Views: 0



