Beranda BERITA Proyek Rigid Beton BKKD 2025 di Kebonagung Retak, Warga Soroti Kualitas Pekerjaan

Proyek Rigid Beton BKKD 2025 di Kebonagung Retak, Warga Soroti Kualitas Pekerjaan

43
Terlihat keretakan di badan jalan sampai bawah, gambar diambil pada Jum'at (27/02/2026)

BOJONEGORO, dutacybermedia.or.id II Proyek pekerjaan jalan rigid beton di Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun 2025 menuai sorotan warga. Pasalnya, jalan yang baru selesai dikerjakan beberapa minggu tersebut kini sudah tampak mengalami keretakan di sejumlah titik badan jalan.

Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan dan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Warga menilai kualitas pekerjaan diduga dikerjakan secara asal jadi, mengingat usia bangunan yang masih tergolong sangat baru namun sudah menunjukkan kerusakan.

Keretakan terlihat melintang di badan jalan rigid beton yang baru jadi

“Sangat disayangkan, baru beberapa minggu selesai tapi sudah retak. Kami khawatir kalau dibiarkan, kerusakan akan semakin parah dan merugikan masyarakat,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Saat dikonfirmasi awak media ini pada Sabtu (28/02/2026) melalui pesan WhatsApp, Kepala Desa Kebonagung, Abu Ali, tidak memberikan tanggapan. Pesan yang dikirimkan terpantau sudah terbaca (centang dua), namun hingga berita ini diturunkan tidak ada balasan maupun klarifikasi.

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh pihak pelaksana pekerjaan berinisial Ut. Ketika dimintai keterangan terkait dugaan keretakan dan kualitas pekerjaan, yang bersangkutan memilih diam dan tidak merespons pertanyaan awak media.

Terlihat keretakan di badan jalan sampai bawah, gambar diambil pada Jum’at (27/02/2026)

Sementara itu, Camat Padangan yang baru, Novita Sari, menyatakan akan melakukan pengecekan ulang di lapangan. Ia juga menyebut bahwa sebelumnya tim dari Inspektorat Bojonegoro telah melakukan pemeriksaan.

“Nanti akan dipastikan dulu di lapangan, kemarin sudah dilaksanakan pengecekan oleh tim inspektorat juga, nanti bisa dicocokkan, rekomendasi seperti apa yang harus dilakukan,” jawab Novita Sari melalui pesan WhatsApp pribadinya.

Warga berharap pemerintah desa tidak main-main dalam penggunaan dana BKKD yang sejatinya diperuntukkan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Mereka juga mengingatkan agar kejadian serupa seperti kasus BKKD tahun 2021 di beberapa desa di Kecamatan Padangan tidak kembali terulang.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut. (Totok/Tim) 

Views: 0