Beranda BERITA Pencari Ikan di Ngraho Bojonegoro Diduga Tenggelam di Bengawan Solo, Tim SAR...

Pencari Ikan di Ngraho Bojonegoro Diduga Tenggelam di Bengawan Solo, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

73

BOJONEGORO | DUTA CYBER MEDIA – Duka kembali menyelimuti kawasan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro. Belum genap sehari setelah tim SAR gabungan menemukan jasad seorang pemuda yang tenggelam di wilayah Desa Betet, Kecamatan Kasiman, kini insiden serupa kembali terjadi.

Seorang pencari ikan dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di aliran Bengawan Solo yang berada di wilayah Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro.

Korban diketahui bernama Muhadi (32), warga Desa Payaman, Kecamatan Ngraho. Korban dilaporkan hilang pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB saat sedang mencari ikan di sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

Mendapat laporan dari warga, tim SAR gabungan segera bergerak menuju lokasi dan melakukan pencarian di titik yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh.

Koordinator Tim Bencana BPBD Jawa Timur Wilayah Bojonegoro, Tulusno Budi Santoso, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima petugas, korban saat itu sedang mencari ikan menggunakan alat setrum.

“Korban sebelumnya mencari ikan di Sungai Bengawan Solo menggunakan alat setrum ikan. Diduga korban terjatuh ke sungai dan tenggelam. Saat itu korban membawa aki yang dimodifikasi seperti ransel sebagai sumber daya alat setrum ikan,” ujar Tulusno, Rabu (24/6/2026).

Hingga Rabu siang, korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian.

Sebanyak 32 personel diterjunkan dalam operasi pencarian tersebut. Personel terdiri dari BPBD Jawa Timur, Basarnas, BPBD Bojonegoro, Satpol PP, TNI-Polri, pemerintah desa, relawan, serta masyarakat setempat.

“Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban. Kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan dan situasi wilayah Kabupaten Bojonegoro secara umum aman dan terkendali,” tambah Tulusno.

Peristiwa ini menjadi kejadian kedua yang terjadi dalam waktu berdekatan di Sungai Bengawan Solo. Sebelumnya, tim SAR gabungan baru saja menemukan korban tenggelam di wilayah Desa Betet, Kecamatan Kasiman, pada Senin (22/6/2026).

Rentetan kejadian tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari serta ketika menggunakan peralatan yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan. (Didik)

Views: 1