Beranda ADVERTORIAL Ratusan Warga Blora Padati LPPL Gagak Rimang, Saksi Kemenangan Bersejarah Timnas Indonesia

Ratusan Warga Blora Padati LPPL Gagak Rimang, Saksi Kemenangan Bersejarah Timnas Indonesia

3

BLORA, dutacybermedia.or.id II Tim Nasional (Timnas) Indonesia resmi keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand lewat drama adu penalti dengan skor 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (5/10/2026) malam.

Kemenangan bersejarah ini disambut antusias luar biasa oleh masyarakat, termasuk ratusan warga yang memadati halaman Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Gagak Rimang untuk menggelar nonton bareng (nobar).

Atmosfer ketegangan begitu terasa di lokasi nobar. Istilah “ratusan mata tak berkedip” menggambarkan betapa tegangnya para suporter Garuda menyaksikan jalannya laga penuh drama tersebut.

Pertandingan final sendiri berjalan sangat ketat. Indonesia dan Thailand bermain imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu 120 menit berakhir.

Dinamika laga sempat berubah pada menit ke-81 ketika bek Thailand, Nicholas Mickelson, menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Meski unggul jumlah pemain, skor imbang tetap bertahan hingga memaksa laga berlanjut ke babak tos-tosan.

Di babak adu penalti, kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, keluar sebagai pahlawan. Ia sukses menggagalkan eksekusi penentu dari pemain Thailand dan memastikan kemenangan 4-2 untuk keunggulan Garuda.

Kemenangan ini menjadi catatan sejarah baru, terlebih dalam Ranking FIFA teranyar sebelum laga, Thailand bertengger di peringkat ke-93 dunia—unggul 24 posisi di atas Indonesia.

Penanggung jawab kegiatan nobar di LPPL Gagak Rimang, Sandi Pradana, mengungkapkan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menjadi pengalaman penting untuk menggelar agenda serupa ke depan.

“Suasana nobar berlangsung sangat meriah. Warga yang menonton berkisar antara 300 hingga 400 orang. Dukungan untuk Timnas memang luar biasa dan disambut antusias, khususnya oleh kalangan pemuda,” ujar Sandi pada Selasa (6/10/2026), pagi.

Sandi menambahkan, nobar ini bukan sekadar ajang tontonan biasa, melainkan agenda rutin yang dirawat untuk memfasilitasi dahaga euforia olahraga warga setempat.

Ketegangan serupa dirasakan oleh Danin, salah satu warga yang ikut menonton. Ia mengaku jantungnya berdebar kencang sepanjang laga, hingga akhirnya bisa bertepuk tangan bangga dan menghela napas lega setelah Indonesia dipastikan mengunci gelar juara.

“Laga Indonesia menghadapi Thailand selalu menjadi magnet tersendiri bagi para pencinta sepak bola. Kami ingin menyaksikan pertandingan bersama-sama dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan,” ucap Danin.

Setelah rivalitas sengit di ASEAN Cup ini, kedua tim dijadwalkan akan kembali bentrok pada 20 Januari 2027 mendatang. Indonesia dan Thailand dipastikan berada di grup yang sama, yakni Grup F, dalam ajang bergengsi Piala Asia AFC 2027.

Redaksi

Views: 0