BOJONEGORO, dutacybermedia.or.id II Keberadaan Angkutan Pelajar Gratis (APG) di Kabupaten Bojonegoro tak hanya memperlancar akses pendidikan siswa ke sekolah. Tapi juga memberi rasa aman, terutama bagi siswa disabilitas yang belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB).
Bagi para siswa disabilitas dan orang tua mereka, hadirnya APG atau biasa juga disebut APEL (Angkutan Pelajar), ini bukan sekadar bantuan transportasi biasa, melainkan jembatan harapan untuk terus mengenyam pendidikan.
Dewi Rahayu, salah satu guru di SLB PGRI Kalitidu menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada Pemkab Bojonegoro. Menurutnya, program ini terbukti menjadi dorongan besar bagi konsistensi kehadiran anak-anak di sekolah.
“Manfaatnya sangat besar, terutama untuk tingkat kehadiran anak-anak dan kelancaran pelayanan pendidikan di SLB PGRI Kalitidu. Kami sangat berharap program ini bisa terus berkelanjutan,” ujar Dewi.
Dampak positif program ini juga dirasakan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kalitidu, Sucipto. Ia mengungkapkan rasa syukur karena pelayanan angkutan gratis ini berjalan dengan aman, lancar, dan tepat waktu setiap harinya.
Tak hanya bagi pihak sekolah dan orang tua, cerita juga datang dari balik kemudi. Saiful Ansor, pengemudi angkutan pelajar disabilitas asal Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, merasa bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan belajar anak-anak ini.
“Program gratis ini sangat inspiratif. Tidak cuma membantu meringankan beban orang tua, tapi juga bikin anak-anak makin semangat datang ke sekolah. Melihat mereka bisa berangkat sekolah dengan tenang ikut senang,” tutur Saiful.
Melalui program APG ini, Pemkab Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam menghadirkan akses pendidikan yang ramah, inklusif, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Redaksi
Views: 0



