BOJONEGORO, dutacybermedia.or.id II Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada kecepatan bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga pada kemampuan masyarakat melakukan tindakan awal secara mandiri. Strategi ini menjadi perhatian serius Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Gladi Tanggap Darurat Lanjutan.
Kegiatan Senin (21/9/2026) ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, khususnya desa-desa yang berada di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo dan memiliki potensi terdampak banjir.
Kepala Dinsos Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo mengatakan, peningkatan kapasitas masyarakat merupakan langkah penting dalam membangun kesiapsiagaan bencana dari tingkat desa. “Desa menjadi pihak pertama yang harus mampu melakukan penanganan awal ketika bencana terjadi, sebelum bantuan lanjutan datang. Karena itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan kemampuan dasar dalam menghadapi situasi kebencanaan,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana. Melalui gladi tanggap darurat, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga dilatih untuk merespons kondisi darurat secara lebih terarah.
Agus menjelaskan, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat agar mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, mulai dari mengenali potensi risiko, melakukan evakuasi, membantu kelompok rentan, hingga berkoordinasi dengan unsur terkait.
“Penguatan kapasitas ini diharapkan membuat masyarakat lebih siap dan memiliki kemampuan dasar menghadapi situasi kebencanaan di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan yang dibangun sejak tingkat desa juga penting untuk memperkuat koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, relawan, dan perangkat daerah dalam menghadapi potensi bencana.
Dengan adanya peningkatan kapasitas dan gladi tanggap darurat secara berkelanjutan, Dinsos berharap masyarakat di wilayah rawan bencana, terutama kawasan sekitar Bengawan Solo, semakin tangguh, sigap, dan mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
Redaksi
Views: 0



