Beranda ADVERTORIAL Puncak Hari Jadi Ke-349, Ini Capaian Pemerataan Pembangunan Bojonegoro yang Dirasakan Masyarakat

Puncak Hari Jadi Ke-349, Ini Capaian Pemerataan Pembangunan Bojonegoro yang Dirasakan Masyarakat

2

BOJONEGORO, dutacybermedia.or.id II Puncak peringatan Hari Jadi Ke-349 Kabupaten Bojonegoro ditandai dengan upacara di alun-alun Bojonegoro, Selasa (20/10/2026). Upacara dirangkai dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Dalam momentum bersejarah tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan berbagai capaian pembangunan daerah, salah satunya keberhasilan menekan angka kemiskinan hingga 10,69 persen pada tahun 2026.

Penurunan angka kemiskinan tersebut tercatat cukup signifikan, dari angka 11,49 persen pada tahun 2025 menjadi 10,69 persen di tahun 2026. Capaian positif ini menjadi cerminan dari efektivitas program prioritas daerah yang difokuskan langsung pada kesejahteraan masyarakat di tahun kedua kepemimpinan pasangan Setyo Wahono dan Nurul Azizah.

Mengusung tema “Berdaya Saing dan Bertransformasi”, Bupati Wahono menegaskan bahwa kemajuan Bojonegoro tidak diraih melalui kerja tunggal, melainkan hasil sinergi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan pentahelix.

“Di tengah tantangan penyesuaian anggaran akibat berkurangnya dana transfer ke daerah, kami berkomitmen menjaga setiap kebijakan agar tetap berorientasi pada program prioritas yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” ujar Bupati di hadapan peserta upacara.

Selain penurunan angka kemiskinan, Setyo Wahono juga menyampaikan beberapa indikator makro pembangunan Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 menunjukkan tren positif. Yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat pesat mencapai 73,74 (naik 0,99 poin), melampaui target RPJMD sebesar 73,54.

Juga pertumbuhan ekonomi nonmigas tumbuh hingga 5,86 persen pada Triwulan II 2026, menyumbang 3,22 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga 3,90 persen, melampaui target RPJMD (4,31 persen). Selain itu, lapangan kerja baru juga terus bertambah, salah satunya dari investasi PT Shou Fong Lastindo yang menyerap 3.000 tenaga kerja lokal.

“Bojonegoro mencatatkan produksi padi mencapai 879.685 ton pada 2025, ditopang pembangunan puluhan ribu meter jalan usaha tani dan jaringan irigasi” tuturnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan guna memangkas kesenjangan antara perdesaan dan perkotaan, Pemkab terus menggenjot infrastruktur konektivitas. Hingga 2026, telah terbangun 859,6 kilometer jalan poros desa, kelanjutan pengerjaan jalan kabupaten sepanjang 22,4 km, serta percepatan pembangunan ratusan jembatan.

Di bidang kesehatan dan perlindungan sosial, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan warga kini telah menembus 99,07 persen. Perlindungan bagi pekerja rentan juga direalisasikan melalui BPJS Ketenagakerjaan yang telah menjangkau 83.655 orang (89,11% dari target tahun 2026).

Sementara pada sektor pendidikan, Pemkab menghadirkan layanan angkutan pelajar gratis dengan 113 armada di 12 rute yang melayani 9.300 siswa setiap hari. Juga program penyaluran beasiswa bagi 6.853 mahasiswa, serta dukungan penuh bagi berdirinya Sekolah Rakyat.

Menutup tahun 2026, Pemkab Bojonegoro tengah berproses sejumlah pengerjaan strategis, di antaranya penataan alun-alun Bojonegoro, Taman Rajekwesi, penyediaan air bersih, penataan Pasar Kota, serta penanganan banjir kota secara terintegrasi. Selain itu, ditargetkan pula berdirinya Rumah Sakit Unggulan Layanan Kesehatan Jiwa, panti lansia, program lantai inisiasi bagi 5.770 KPM, hingga perluasan akses listrik bagi 771 KPM.

“Momentum HJB ke-349 ini harus menjadi titik tolak memperkuat sinergi. Terima kasih atas kolaborasi seluruh pihak. Mari kita lanjutkan kebersamaan ini untuk mewujudkan Bojonegoro yang lebih bahagia, makmur, dan membanggakan,” tutup Bupati Setyo Wahono.

Redaksi

Views: 0