BOJONEGORO, dutacybermedia.or.id II Puluhan guru jenjang SD dan SMP di Kabupaten Bojonegoro mengikuti pelatihan Internet of Things (IoT) Digital 5.0. Pelatihan ini menjadi ruang bagi para pendidik untuk mengenal sekaligus mempraktikkan pemanfaatan teknologi digital yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran di sekolah.
Kegiatan berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Kamis (24/9/2026). Peserta terdiri dari 31 guru SD dan 12 guru SMP.
Asisten Administrasi Umum Setda Bojonegoro Machmudin mengatakan perkembangan era digital perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM), termasuk para guru. Menurutnya, transformasi digital di bidang pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologi dan akses internet, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk memanfaatkan serta mengembangkannya.
“Transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologi. Yang paling penting adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menggunakan dan mengembangkannya,” kata Machmudin.
Ia menambahkan, anak-anak saat ini tumbuh sebagai generasi digital sehingga akses internet telah menjadi bagian dari kebutuhan dalam proses belajar. Karena itu, guru memiliki peran penting dalam membantu peserta didik memanfaatkan teknologi secara aman dan produktif.
“Pelatihan ini memiliki tujuan untuk membantu guru merancang ekosistem digital yang aman di sekolah. Jangan takut pada teknologi dan manfaatkan alat digital dalam pembelajaran,” ujarnya.
Machmudin juga mengingatkan agar pemanfaatan internet diarahkan untuk kegiatan yang produktif, termasuk mendukung proses pembelajaran. Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan guru sekaligus kualitas pengajaran di sekolah.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadlo mengatakan perkembangan teknologi perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi para pendidik. Guru tidak hanya perlu mengenal teknologi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.
“Harapannya para guru dapat mengembangkan pembelajaran yang menghubungkan dunia digital dengan penerapan teknologi di kehidupan nyata,” ungkap Anwar.
Selama delapan jam pelajaran, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar IoT dan Society 5.0, pengenalan mikrokontroler, pemrograman IoT, serta penerapan IoT sebagai teknologi tepat guna di lingkungan sekolah.
Pemateri pelatihan, Wahyu Eko Susanto, menjelaskan peserta dikenalkan dengan Wemos D1 Mini berbasis ESP8266 yang memiliki koneksi Wi-Fi terintegrasi. Perangkat tersebut dapat digunakan untuk membuat berbagai proyek IoT dengan memanfaatkan jaringan internet.
Dalam sesi praktik, guru mencoba membuat sistem kontrol lampu berbasis Telegram menggunakan relay. Sistem tersebut memungkinkan perangkat dikendalikan dari jarak jauh melalui jaringan internet.
Peserta juga dikenalkan dengan pemrograman menggunakan Arduino IDE, logika pemrograman C++, integrasi Telegram Bot, serta desain Printed Circuit Board (PCB) 3D sederhana.
Pelatihan menggunakan pendekatan Project Based Learning. Peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diajak memahami cara kerja sensor dan mikrokontroler, merakit perangkat, mengunggah program, hingga melakukan pengujian secara langsung. “Kami juga meminta para peserta melakukan uji coba secara langsung,” jelas Wahyu.
Salah satu peserta, Miftahul Huda, guru SD Negeri Nganti, Kecamatan Ngraho, menyambut antusias pelatihan tersebut. Menurutnya, pengenalan IoT dan robotika menjadi pengalaman baru yang dapat menjadi bekal untuk dikembangkan dalam pembelajaran di sekolah.
“Ini awal yang bagus. Sekarang waktunya sekolah negeri mulai mengenal dan mengembangkan teknologi seperti ini,” ujarnya.
Ia menilai penerapan teknologi di sekolah saat ini semakin memungkinkan seiring perkembangan perangkat digital. Miftahul berharap pelatihan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak guru dan lembaga sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada peserta didik.
Melalui pelatihan Internet of Things (IoT) Digital 5.0, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro mendorong peningkatan kompetensi digital tenaga pendidik agar pemanfaatan teknologi dapat diterapkan secara lebih praktis dalam proses pembelajaran di sekolah.
Redaksi
Views: 0



