BLORA, dutacybermedia.or.id II Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blora menggelar acara sarasehan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Pendopo Dinporabudpar Kabupaten Blora, Kamis (17/9/2026)
Acara yang mengusung tema “Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa” ini menarik perhatian karena mengombinasikan wawasan kebangsaan dengan metode unik, yaitu Simulasi Matematika Bela Negara.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Blora, Sujanto, SE, MM, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran ormas sebagai kekuatan sosial yang lahir dari dan untuk masyarakat.
Menurutnya, ormas memiliki kemampuan luar biasa untuk menyentuh langsung berbagai lapisan masyarakat demi membangun kehidupan sosial yang harmonis, serta mendukung pembangunan mental, spiritual, dan fisik di Kabupaten Blora.
“Sinergi antara pemerintah daerah dengan ormas harus terus kita bangun dan perkuat. Kami menyadari bahwa ormas merupakan bagian penting dari kekuatan sosial masyarakat. Oleh karena itu, mari kita bangun hubungan yang saling mendukung dan saling memperkuat,” ujar Sujanto.
Lebih lanjut, Sujanto mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia yang dinikmati hari ini adalah hasil perjuangan panjang para pahlawan.
Ia menegaskan bahwa api perjuangan tersebut tidak boleh padam oleh perkembangan zaman. Bela negara, lanjutnya, bukan hanya tugas TNI, Polri, atau pemerintah saja, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara.
Terkait metode simulasi yang digunakan dalam sarasehan kali ini, Sujanto menjelaskan alasan di balik penerapan konsep matematika.
“Hari ini kita akan mempelajari nilai-nilai bela negara melalui simulasi matematika bela negara. Matematika mengajarkan kita tentang logika, ketelitian, kedisiplinan, strategi, kemampuan memecahkan masalah, serta ketepatan dalam mengambil keputusan,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol Blora ini mengajak seluruh peserta untuk membawa pulang semangat persatuan ke lingkungan organisasi dan masyarakat masing-masing melalui tiga pesan utama: menyalakan api perjuangan lewat pengabdian, menguatkan persatuan melalui kebersamaan, dan mewujudkan bela negara dengan tindakan nyata.
Acara sarasehan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten yang mengupas tuntas materi seputar nasionalisme dan bela negara, di antaranya: H. Maulana Kusnanto, SH (Ketua DHC’45 Kabupaten Blora), Letkol Purn. Sri Harjanto (Ketua DPC Pepabri Kabupaten Blora), Mayor Purn. Muntoyono (Pengurus DPC Pepabri Kabupaten Blora), Drs. Pujianto Said, M.Si (Pengurus DHC’45).
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Blora berharap komunikasi dan komitmen bersama ormas dapat terus terjaga demi kondusivitas dan kemajuan daerah.
Nasionalisme Kita Sedang “Diuji”
Di tengah arus globalisasi yang kian deras, nilai-nilai nasionalisme seringkali dianggap mulai luntur dan dikesampingkan oleh generasi muda.
Banyak yang merasa bahwa menjadi warga dunia lebih membanggakan daripada menjadi bangsa Indonesia.
Namun, pandangan keliru tersebut ditepis keras oleh Ketua DHC 45 Kabupaten Blora, HM. Kusnanto, SH.
“Itu salah besar. Justru di era global ini, nasionalisme kita sedang diuji,” tegas Kusnanto, selaku pemateri sarasehan.
Menurut Kusnanto, setidaknya ada tiga hal penting yang harus diterapkan saat ini untuk memupuk kembali rasa nasionalisme di dalam dada setiap warga negara.
1. Kejujuran
Kusnanto mengingatkan bahwa ancaman terbesar bangsa ini tidak lagi datang dari militer asing, melainkan dari dalam tubuh bangsa sendiri.
Melawan Korupsi : Bangsa kita tidak akan hancur karena serangan dari luar, tetapi bisa hancur karena korupsi dan ketidakjujuran dari dalam.
Esensi Nasionalisme:
Nasionalisme hari ini berarti berani jujur, tidak meniru, tidak memalsukan data, serta tidak mengambil apa yang bukan menjadi haknya.
Pahlawan Modern:
Di masa sekarang, orang-orang yang menjaga kejujuran adalah pahlawan bangsa yang sesungguhnya.
2. Kerja Keras dan Cinta Produk Dalam Negeri
Tantangan globalisasi menuntut kemandirian ekonomi dan penguasaan teknologi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi negara lain.
Menguasai Teknologi :
Di saat bangsa lain sudah berhasil menginjakkan kaki di bulan, bangsa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dan pembeli produk luar negeri.
Kemandirian Bangsa:
Nasionalisme masa kini diwujudkan dengan belajar dan bekerja keras menguasai teknologi serta menciptakan lapangan kerja.
Bangga Identitas:
Rakyat harus bangga menggunakan produksi sendiri dan menjunjung tinggi bahasa persatuan.
3. Menjaga Persatuan
Kusnanto mengibaratkan kekuatan Indonesia seperti sebatang lidi. Jika hanya satu, lidi akan sangat mudah dipatahkan. Namun, jika diikat menjadi satu kesatuan, tidak akan ada yang mampu mematahkannya.
Menolak Perpecahan:
Perbedaan suku, agama, dan ras (SARA) bukanlah alasan untuk bercerai-berai.
Bijak Bermedia Sosial:
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah diadu domba oleh ujaran kebencian yang tersebar di media sosial.
Saling Menjaga:
Menjaga nasionalisme dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan prinsip “jaga teman, jaga tetangga, jaga Indonesia”.
Menutup pemaparannya, Ketua DHC 45 Blora ini memberikan pesan mendalam bahwa masa depan Indonesia berada di tangan rakyatnya sendiri yang mencintai tanah airnya.
“Tidak yang ada bangsa besar yang dibangun oleh rakyat yang membenci negaranya sendiri. Merdeka!” pungkasnya.
Acara sarasehan itu dihadiri sejumlah Ketua Organisasi Kabupaten Blora, yaitu :
FKPPI (Perkumpulan Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).
PPM (Pemuda Panca Marga).
Wara Kawuri.
PERIP (Persatuan Istri Purnawirawan TNI dan Polri).
KBPP POLRI (Perkumpulan Keluarga Besar Putra Putri Polri).
KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia).
HMI (Himpunan Mahasiswa Islam).
PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).
PC IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama).
PC IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama).
Redaksi
Views: 2



